Hakikat dan Hukum Eksistensi Metafisik
Di era modern ini, kecenderungan peradaban manusia mengalami pergeseran signifikan dari dimensi-dimensi metafisik-immaterial menuju medium yang berbasis rasional-material. Suatu gejala peradaban yang cenderung hanya meruang dalam batas-batas realitas fisik dan nyaris tidak memberikan ruang bagi hal-hal transendental yang berada di luar batas akal. Apa yang tidak bisa dipecahkan melalui rumus logika, tidak bisa diselesaikan dengan teori-teori ilmiah, dinilai suatu yang nisbi, tahayul dan absurd.
Dalam bidang kosmologi, dunia modern juga hanya menunjukkan pandangan pada satu dimensi kecil dari kosmos ini, yaitu dunia fisik. Kosmologi modern mungkin sukses mengungkap banyak fakta baru tentang alam fisik yang belum pernah diketahui oleh kosmolog abad pertengahan, dan barang kali telah memperluas batas alam semesta itu menjadi jauh di luar batas yang pernah mereka ketahui melalui semarak observasi dan riset yang digalakkan guna mengetahui kemungkinan adanya kehidupan di seberang bumi sana. Akan tetapi, semarak kosmologi modern sama sekali tidak hirau dengan eksistensi "maya" yang sebenarnya tidak jauh dari lingkungan "nyata" ini, serta lebih perlu mendapat perhatian serius karena memiliki relasi erat dengan kehidupan manusia. Yaitu alam gaib. Suatu dimensi kehidupan misterius yang hanya bisa disingkap melalui teks-teks aL-Qur'ân dan aL-Hadîts.