Oleh:Ridlwan Qoyyum
Sesungguhnya jalan terang itu, terdiri dari: Syareat, Tarekat dan Hakekat. Dengarlah perumpamaan berikut ini!!!
“Syareat itu ibarat perahu, Tarekat itu ibarat samudera dan Hakekat itu ibarat mutiara yang yang tak ternilai harganya”.
“Syareat adalah: berpegang pada agama Allah sang pencipta, melakukan perintah dan menjahui larangannya”.
“Tarekat adalah : berpegang pada kehati-hatian, seperti berperilaku wira’i , dan juga menahan keadaan yang berat, seperti terus menerus mengekang nafsu kesenangan”
“Hakekat adalah: sampainya seoarang saalik pada maksud tujuan (ma’rifat kepada Allah), seraya menyaksikan kilatan cahaya ilahiyah”.
Mungkin inilah hasil yang saya peroleh dari uték-uték hp, kiranya sangat sederhana bagi anda,tapi bagi saya, sangatlah melegakan. . . .
Tujuan kami, tidak lain hanyalah untuk saling berbagi, krena hidup terasa indah dengan berbagi..
Thanks telah mampir !
dari kami selamat membaca
Laman
Tampilkan postingan dengan label Fiqh klenik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqh klenik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 April 2011
TENTANG : “PENGAMAL SHOLAWAT TIDAK MEMBUTUHKAN GURU SPIRITUAL ( SYEIKH-MURSYID)
Ketahuilah sesungguhnya para ulama telah sepakat atas di-wajib-kannya membaca “sholawat dan salam” untuk Baginda Nabi S.A.W.
Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai “Kapan” kewajiban ini harus dilakukan?
Menurut Imam Malik, cukup sekali dalam “seumur”. Menurut Asy-Syafi’i, wajib dibaca pada waktu “tasyahud akhir” dalam setiap sholat fardlu. Menurut ulama lainnya, wajib dibaca “satu kali”, dalam setiap majlis. Ada juga ulama’ yang berpendapat, wajib dibaca setiap kali mendengar nama nabi disebut.
Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai “Kapan” kewajiban ini harus dilakukan?
Menurut Imam Malik, cukup sekali dalam “seumur”. Menurut Asy-Syafi’i, wajib dibaca pada waktu “tasyahud akhir” dalam setiap sholat fardlu. Menurut ulama lainnya, wajib dibaca “satu kali”, dalam setiap majlis. Ada juga ulama’ yang berpendapat, wajib dibaca setiap kali mendengar nama nabi disebut.
Fatwa Al-Mawardi TENTANG:“PAHAM HULUL (MANUNGGALING KAWULA GUSTI)”
Orang yang mempunyai faham hulul atau ittihad (manunggaling kawula gusti atau menyatunya Allah dengan hamba) bukan termasuk orang-orang muslim. Mereka Islam, cuma menurut lahirnya dan sebutannya. Mereka mengatakan Allah Maha Suci, namun juga berpendapat Allah itu menyatu dengan makhluk-Nya. Faham semacam ini jelas-jelas sesat. Dikarenakan bersatunya Allah ini jika diartikan menyatunya sifat kepada yang lain, berarti Allah itu sifat. Atau jika diartikan menyatunya jisim-jisim, berarti menganggap Allah itu jisim. Padahal pengertian semacam ini jelas-jelas keliru. Kemudian jika yang dimaksud dengan hulul ini seluruh dzatnya, maka berarti Allah dibatasi oleh badan kasar manusia. Atau hanya hulul sebagian saja, maka berarti dzatnya Allah terbagi-bagi. Ini semua jelas merupakan kesalahan dan kesesatan.
Fatwa Syeikh Sa’id Yang Dinukil Oleh Syeikh Ibnu Mudabighi Tentang : “Pengertian Wali”
Auliya’ itu jama’nya Wali, yaitu orang yang ma’rifat terhadap Allah dan sifat-sifatnya, dengan istiqomah menjalani taat, menjauhi larangan dan berpaling dari bujukan ladzatnya dunia dan syahwat.
Fatwa Al-Yuusi
Tentang : Syarat-Syarat Seseoarang Bisa Mencapai Derajat Wali
Al-Yuusi, dengan mengutip pendapat sebagian A’immah mengatakan: “seseorang tidak bisa mencapai derajat wali, kecuali dengan empat syarat :
1.mengetahui “ushul Ad-din” sehingga bisa membedakan antara pencipta dan makhluk yang diciptakan, juga antara nabi dan orang yang mengaku menjadi nabi.
2.mengetahui “hukum-hukum Syareat” baik secara “Naql” maupun dalam hal “pemahaman dalil” dengan perumpama -an, seandainya Allah mencabut ilmunya penduduk bumi, niscaya akan bisa ditemukan pada orang tersebut.
Fatwa Al-Yuusi
Tentang : Syarat-Syarat Seseoarang Bisa Mencapai Derajat Wali
Al-Yuusi, dengan mengutip pendapat sebagian A’immah mengatakan: “seseorang tidak bisa mencapai derajat wali, kecuali dengan empat syarat :
1.mengetahui “ushul Ad-din” sehingga bisa membedakan antara pencipta dan makhluk yang diciptakan, juga antara nabi dan orang yang mengaku menjadi nabi.
2.mengetahui “hukum-hukum Syareat” baik secara “Naql” maupun dalam hal “pemahaman dalil” dengan perumpama -an, seandainya Allah mencabut ilmunya penduduk bumi, niscaya akan bisa ditemukan pada orang tersebut.
Fatwa An-Nawawi Tentang ziaroh makam para auliya Padahal disana terjadi hal-hal yang diharamkan”
Syeikh Ibnu Hajar ditanya tentang ziaroh makam-makam auliya, dan ketika dalam perjalanan ataupun dilokasi makam-makam tersebut banyak terjadi “kemungkaran-kemungkaran” seperti; bercampurnya laki-laki dan perempuan, menyalakan lampu-lampu secara berlebihan dan lain sebagainya.
Beliau menjawab: “bahwa Ziaroh kubur para auliya merupakan “pendekatan diri” yang dihukumi sunah. Begitu juga melakukan perjalanan kesana. Adapun keterangan si “penanya” mengenai perkara-perkara bid’ah dan juga hal-hal yang diharamkan, menurutku tidak bisa ditinggalkan dengan sebab perkara-perkara diatas. Dan justru menjadi kewajiban “setiap manusia” untuk tetap melakukan “ibadah”, mengingkari bid’ah dan memberantasnya jika memang memungkinkan.”
Beliau menjawab: “bahwa Ziaroh kubur para auliya merupakan “pendekatan diri” yang dihukumi sunah. Begitu juga melakukan perjalanan kesana. Adapun keterangan si “penanya” mengenai perkara-perkara bid’ah dan juga hal-hal yang diharamkan, menurutku tidak bisa ditinggalkan dengan sebab perkara-perkara diatas. Dan justru menjadi kewajiban “setiap manusia” untuk tetap melakukan “ibadah”, mengingkari bid’ah dan memberantasnya jika memang memungkinkan.”
Tentang Nabi Khodlir Dan Ilyas
Al-Khodlir adalah Nabi yang hidup sampai akhir masa (hari kiamat). Nama aslinya Baron Bin Malkan Bin Qoali' Bin Arfakhsyad Bin Sam Bin Nuh. Dikatakan pula bahwa Ilyas juga masih hidup, berdiam di Khurasan dekat tempat pemenjaraan Ya’juj.
Imam Al-Mahdi / Ratu Adil
Tanda-tanda kiamat kubro yang pertama kali adalah keluarnya Al-Imam Mahdi, seorang laki–laki yang punya derajat agung dari keturunan Sayidah Fatimah RA, penyebar “keadilan” kesegenap penjuru bumi sebagaimana tersebarnya kedzaliman memenuhi “penjuru bumi”.
As-Suyuti mengutip riwayat dari gurunya, Al-Iraqi : Bahwa Al-Mahdi lahir tahun 255 H. dan pendapat ini sama dengan keterangan syeikh Ali Al-Khowas. Dengan demikian umur Al-Mahdi sekarang (tahun 958) adalah 703 Tahun.
Imam Al-Mahdi / Ratu Adil
Tanda-tanda kiamat kubro yang pertama kali adalah keluarnya Al-Imam Mahdi, seorang laki–laki yang punya derajat agung dari keturunan Sayidah Fatimah RA, penyebar “keadilan” kesegenap penjuru bumi sebagaimana tersebarnya kedzaliman memenuhi “penjuru bumi”.
As-Suyuti mengutip riwayat dari gurunya, Al-Iraqi : Bahwa Al-Mahdi lahir tahun 255 H. dan pendapat ini sama dengan keterangan syeikh Ali Al-Khowas. Dengan demikian umur Al-Mahdi sekarang (tahun 958) adalah 703 Tahun.
Fatwa Sayyid Abdulloh Bin Alwy Al-haddad Tentang Tidak Diperbolehkan Menyombongkan Nasab Sebab Akan Berakibat Hilangnya Berkah
Al-Ustadz mengatakan dalam kitab An-nashoih : “memuji dan menyanjung diri sendiri, membanggakan leluhur yang termasuk ahli Agama dan orang-orang utama dan juga menyombongkan nasab, semua itu merupakan perbuatan tercela dan sangat buruk sekali!!.
Banyak sekali keturunan orang-orang mulia yang tidak punya bashiroh dan tidak tahu hakekat Agama, mendapat cobaan seperti ini !!! “Barang siapa membanggakan nasab dan leluhurnya, seraya memandang rendah kepada orang lain, maka dia akan kehilangan berkahnya para leluhur”
Banyak sekali keturunan orang-orang mulia yang tidak punya bashiroh dan tidak tahu hakekat Agama, mendapat cobaan seperti ini !!! “Barang siapa membanggakan nasab dan leluhurnya, seraya memandang rendah kepada orang lain, maka dia akan kehilangan berkahnya para leluhur”
Dan Abi Bakar Bin Yahya Tentang;“Perbedaan Mu’jizat, Irhash, Karomah, Maunah Dan Istidroj” 2)
Kejadian-kejadian luar biasa dibagi menjadi empat:
1.Mu’jizat yaitu kejadian luar biasa yang disertai pengakuan menjadi seorang Nabi, yang mana mu’jizat tersebut tidak bisa dilawan dan tidak dihasilkan dari usaha dan belajar
2.Karomah yaitu: kejadian luar biasa yang timbul dari seseorang yang sempurna mengikuti jejak Nabinya, diperoleh tanpa belajar dan tanpa ada usaha-usaha tertentu.
Karomah terbagi menjadi dua:
1.Irhash : kejadian yang muncul dari seorang Nabi sebelum memproklamirkan kenabiannya.
2.Ma'unah : kejadian luar biasa yang muncul dari orang mu’min yang tidak fasiq dan tidak terbujuk syaithan.
3.Istidroj : yaitu kejadian luar biasa yang muncul dari orang fasiq yang terperdaya Syaithan.
1.Mu’jizat yaitu kejadian luar biasa yang disertai pengakuan menjadi seorang Nabi, yang mana mu’jizat tersebut tidak bisa dilawan dan tidak dihasilkan dari usaha dan belajar
2.Karomah yaitu: kejadian luar biasa yang timbul dari seseorang yang sempurna mengikuti jejak Nabinya, diperoleh tanpa belajar dan tanpa ada usaha-usaha tertentu.
Karomah terbagi menjadi dua:
1.Irhash : kejadian yang muncul dari seorang Nabi sebelum memproklamirkan kenabiannya.
2.Ma'unah : kejadian luar biasa yang muncul dari orang mu’min yang tidak fasiq dan tidak terbujuk syaithan.
3.Istidroj : yaitu kejadian luar biasa yang muncul dari orang fasiq yang terperdaya Syaithan.
Fatwa Syeikh Khotib As-Syirbini Tentang : Puasa “Mbisu”
Kesunahan puasa yang ketiga adalah meninggalkan “mbisu” (tidak bicara) sepanjang hari. karena Rasulullah Saw. pernah melihat seorang laki-laki. Berdiri mematung. Beliau menanyakan perihal laki-laki tersebut. Para sahabat menjelaskan: “laki-laki ini bernama Abu Israil, ia bernadzar akan berdiri dan tidak akan duduk, tidak mau berteduh, tidak akan bicara dan akan melakukan puasa”. Rasulallah Saw bersabda : “perintahkan padanya supaya bicara, berteduh, duduk dan menyempurnakan puasanya“.(riwayat Bukhori)- berdasarkan hadits tersebut, berdiam sepanjang hari dihukumi “MAKRUH”.- Seperti ditegaskan oleh “Penulis Kitab Tanbih” (ABI ISHAQ – ASY-SYAEROZI )
Tentang Selamatan /Sedekah
Sangat dianjurkan bersedekah/selamatan pada bulan romadlon, pada tempat-tempat mulia, dan ketika menyelesaikan urusan-urusan penting. Karena sedekah tersebut bisa menyebabkan terlaksananya hajat. Selain itu ada sebuah ayat yang berbunyi : “ketika kalian akan mengadu kepada Rosul, sebelumnya bersedekahlah”. Begitu juga sangat dianjurkan ketika dalam keadaan sakit, gerhana, dalam bepergian dan kondisi-kondisi penting lainnya.
Fatwa Ibnu Hajar
Tentang : Memeluk Atau Mencium “Makam”
Ibnu Hajar berkata : “memeluk makam atau sejenis “tabut” yang diletakkan diatas makam, (meskipun makam tersebut makam Rasulalloh SAW) dengan menggunakan tangan, dan juga menciumnya, hukumnya “makruh” dan termasuk “bid’ah yang tercela”.
Fatwa Ibnu Hajar
Tentang : Memeluk Atau Mencium “Makam”
Ibnu Hajar berkata : “memeluk makam atau sejenis “tabut” yang diletakkan diatas makam, (meskipun makam tersebut makam Rasulalloh SAW) dengan menggunakan tangan, dan juga menciumnya, hukumnya “makruh” dan termasuk “bid’ah yang tercela”.
Fatwa Al-Jamal Tentang : Sumpah Serapah Dan Amalan Berupa Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Bisa Menyebabkan “Binasa orang lain”
Apakah sumpah serapah dan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa membinasakan orang lain termasuk “sihir” ? sehingga mempunyai kesamaan hukum ? atau tidak bisa disamakan dengan hukum sihir? Nampaknya perlu ditinjau dengan pandangan lebih mendalam. Dan menurut pandapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama yang mengatakan sama dengan sihir. Silahkan saja untuk ditelaah kembali.
Fatwa Sayyid Alwi Bin Ahmad Bin Abdur Rahman As-Segaf
Tentang : “Meminta Bantuan Kepada Jin-Jin (Arwah Yang Berdiam Dibumi)”
Fatwa Sayyid Alwi Bin Ahmad Bin Abdur Rahman As-Segaf
Tentang : “Meminta Bantuan Kepada Jin-Jin (Arwah Yang Berdiam Dibumi)”
Khilafiyah Ulama, tentang : "Wujud Kilat dan Halilintar"
Asy-syafi'i didalam kitab "Al-Um" mengutip pendapat imam Mujahid –dari seseorang yang tsiqoh (bisa dipercaya), bahwa sesungguhnya halilintar itu adalah malaikat, sedangkan kilat itu adalah sayap-sayap yang digunakan menggiring awan. Menurut keterangan ini, suara yang kita dengar adalah suara malaikat atau suara penggiringan awan dalam hal ini memang terjadi khilaf.
Dan mengucapkan halilintar dengan arti suara yang terdengar merupakan bentuk kata majaz.
Diriwayatkan, bahwa Rosulullah S.A.W. bersabda : "Allah telah mengutus awan, kemudian berkata-kata dengan sebaik-baik perkataan dan tertawa dengan tertawa yang paling menawan".
Dengan demikian "halilintar adalah ucapannya, sedangkan kilat adalah tertawanya (kilatan sinar yang nampak ketika tertawa). Mengikuti keterangan ini berarti yang terdengar adalah suara halilintar itu sendiri (bukan suara penggiringan).
Dan mengucapkan halilintar dengan arti suara yang terdengar merupakan bentuk kata majaz.
Diriwayatkan, bahwa Rosulullah S.A.W. bersabda : "Allah telah mengutus awan, kemudian berkata-kata dengan sebaik-baik perkataan dan tertawa dengan tertawa yang paling menawan".
Dengan demikian "halilintar adalah ucapannya, sedangkan kilat adalah tertawanya (kilatan sinar yang nampak ketika tertawa). Mengikuti keterangan ini berarti yang terdengar adalah suara halilintar itu sendiri (bukan suara penggiringan).
Fatwa Al-Ghozali Tentang : Jadwal lailatul Qodr
An-Nawawi atau yang lainnya memilih pendapat yang menyatakan, berpindah-pindahnya “Lailatul Qodr”. Berpijak dari pendapat ini, Al-Ghozali atau yang lainnya mengatakan : “bahwa lailatul Qodr itu bisa diketahui dengan melihat hari pertama dari bulan Romadlon.
Apabila awal Romadlon jatuh pada hari Ahad atau rabu maka Lailatul qodr jatuh pada tanggal 29
Apabila awal romadlon jatuh hari senin maka lailatul Qodr jatuh pada malam 21
Atau awal Romadlon jatuh pada hari selasa atau jum’at, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 27
Atau awal Romadlon jatuh pada hari kamis, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 25
Atau awal Romadlon jatuh pada hari sabtu, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 23
Syeikh Abu Al-Hasan mengatakan : Mulai menginjak usia laki-laki dewasa, aku belum pernah ketinggalan lailatul Qodr dengan menggunakan kaidah tersebut
Apabila awal Romadlon jatuh pada hari Ahad atau rabu maka Lailatul qodr jatuh pada tanggal 29
Apabila awal romadlon jatuh hari senin maka lailatul Qodr jatuh pada malam 21
Atau awal Romadlon jatuh pada hari selasa atau jum’at, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 27
Atau awal Romadlon jatuh pada hari kamis, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 25
Atau awal Romadlon jatuh pada hari sabtu, maka lailatul Qodr jatuh pada malam 23
Syeikh Abu Al-Hasan mengatakan : Mulai menginjak usia laki-laki dewasa, aku belum pernah ketinggalan lailatul Qodr dengan menggunakan kaidah tersebut
Tentang : Faedah-Faedah Bersiwak
Bersiwak itu mempunyai faedah yang sangat banyak sekali sebagian ulama mengatakan faedah-faedah nya kurang lebih mencapai tujuh puluh . antara lain :
1.membersihkan mulut 2. mendapat ridlo Tuhan 3.Memutihkan gigi 4.mengharum kan bau mulut 5. Meluruskan tulang punggung 6. menguatkan gusi 7. memperlambat tumbuhnya uban 8. membersihkan badan 9. menjernihkan kecerdasan .10. melipatkan pahala 11. mempermudah keluarnya roh 12. menyebabkan ingat bacaan “syahadat” ketika mati 13. melanggengkan bersiwak akan menyebabkan kelapangan dan serba kecukupan 14. melancarkan rezeqi 15. memperbaiki kesehatan mulut
16. menghentikan pusing kepala 17. menghilangkan kotoran dan lendir di tenggorokan 18. menguatkan gigi 19. menajamkan penglihatan 20. menambah kebaikan 21. menyenangkan malaikat dan dan mereka akan mau bersalaman karena tertarik pada cahaya mukanya 22. menghilangkan penyakit kusta. dan lain-lain
1.membersihkan mulut 2. mendapat ridlo Tuhan 3.Memutihkan gigi 4.mengharum kan bau mulut 5. Meluruskan tulang punggung 6. menguatkan gusi 7. memperlambat tumbuhnya uban 8. membersihkan badan 9. menjernihkan kecerdasan .10. melipatkan pahala 11. mempermudah keluarnya roh 12. menyebabkan ingat bacaan “syahadat” ketika mati 13. melanggengkan bersiwak akan menyebabkan kelapangan dan serba kecukupan 14. melancarkan rezeqi 15. memperbaiki kesehatan mulut
16. menghentikan pusing kepala 17. menghilangkan kotoran dan lendir di tenggorokan 18. menguatkan gigi 19. menajamkan penglihatan 20. menambah kebaikan 21. menyenangkan malaikat dan dan mereka akan mau bersalaman karena tertarik pada cahaya mukanya 22. menghilangkan penyakit kusta. dan lain-lain
Fatwa tentang tujuh benda pusaka yang berasal dari surga
“Peringatan” !!! Ada Lima Benda Yang Keluar Dari Syurga Bersamaan Dengan Nabi Adam As.
1.Kayu Dupa
2.Tongkat Musa Yang Berasal Dari Pohon “Aas
3.Lembaran-Lembaran Daun Pohon At-Tiin Yang Digunakan Adam Untuk Menutupi Badannya.
4.Hajar Aswad
5.Cincin Sulaiman
Sebagian ulama’ menambahkan dua benda lagi yaitu
6.batu yang digunakan nabi Saw. untuk mengikat perutnya
7.Maqom Ibrahim, yaitu berupa batu tempat berpijak nabi Ibrohim ketika membangun “Baitullah”. ketika beliau bermaksud meletakkan batu bangunan, batu yang digunakan pijakan terbang melesat dan setelah selesai, batu ini pun turun mengantarkan beliau untuk mengambil batu bangunan berikutnya dari anaknya nabi Ismail As. pada batu ini terdapat bekas telapak kaki nabi Ibrahim As.
1.Kayu Dupa
2.Tongkat Musa Yang Berasal Dari Pohon “Aas
3.Lembaran-Lembaran Daun Pohon At-Tiin Yang Digunakan Adam Untuk Menutupi Badannya.
4.Hajar Aswad
5.Cincin Sulaiman
Sebagian ulama’ menambahkan dua benda lagi yaitu
6.batu yang digunakan nabi Saw. untuk mengikat perutnya
7.Maqom Ibrahim, yaitu berupa batu tempat berpijak nabi Ibrohim ketika membangun “Baitullah”. ketika beliau bermaksud meletakkan batu bangunan, batu yang digunakan pijakan terbang melesat dan setelah selesai, batu ini pun turun mengantarkan beliau untuk mengambil batu bangunan berikutnya dari anaknya nabi Ismail As. pada batu ini terdapat bekas telapak kaki nabi Ibrahim As.
PAKEME TANAH JOWO (Fatwa Syeikh Subakir)
Sekawit tanah Jowo binedah dening Chino Sami (Jepang), kongsi satus tahun ora ono ratune. Sing ono mung panggedhe. Wiwit agresi madiun ora kongsi satus tahun peperintahan tanah Jowo bakal dikuasani Ratu Adil.
Urut-urutane koyo ngisor iku :
1.Chino Sami (Jepang)
2.Rojo Tedak Rosul, Ibu Turun Mataram
3.Ratu Adil Rakyate Gemah Harjo
4.Ratu Kembar sing Siji Jumeneng ing Maduro
5.RatuWaringin Rubuh
6.Ratu Bleberan
7.Kabawah Bongso Pranggi
8.Tedak Iro Ratu Waringin Jer Jumeneng Noto ing Mojopahit
Sekawit Jepang ora kongsi limang atus tahun entek umure tanah Jowo. Gunung Jungkur, Sumbing Mawur pan Murub Mubal Dahono. Merbabu suwarane pathing Jegur, tidar medal tuyo, sirno pulung ing tanah Jowo.
Urut-urutane koyo ngisor iku :
1.Chino Sami (Jepang)
2.Rojo Tedak Rosul, Ibu Turun Mataram
3.Ratu Adil Rakyate Gemah Harjo
4.Ratu Kembar sing Siji Jumeneng ing Maduro
5.RatuWaringin Rubuh
6.Ratu Bleberan
7.Kabawah Bongso Pranggi
8.Tedak Iro Ratu Waringin Jer Jumeneng Noto ing Mojopahit
Sekawit Jepang ora kongsi limang atus tahun entek umure tanah Jowo. Gunung Jungkur, Sumbing Mawur pan Murub Mubal Dahono. Merbabu suwarane pathing Jegur, tidar medal tuyo, sirno pulung ing tanah Jowo.
Langganan:
Postingan (Atom)